INDRAMAYU
– Politeknik Negeri Indramayu menggelar kegiatan Orasi dan Debat Tunggal
Calon Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa BEM Polindra sebagai
salah satu rangkaian Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRA), Selasa, 30 Juni 2026,
bertempat di Slactlar Lantai 1 Gedung GSC. Kegiatan ini diikuti oleh pasangan
calon Bustomi Arifin Ahlasho dan Vanesa Ragazza yang memaparkan
visi, misi, serta program kerja di hadapan mahasiswa.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh moderator yang
memandu jalannya sesi uji publik. Pada sesi pertama, pasangan calon
menyampaikan visi yang mengusung semangat "Merestorasi BEM KEMA
Polindra sebagai rumah yang terbuka, berani, dan solutif demi menjaga
keberlanjutan ekosistem organisasi mahasiswa serta mewujudkan keadilan bagi
seluruh mahasiswa Polindra." Selain itu, pasangan calon juga
memperkenalkan nama kabinet yang diusung, yaitu Nawasena, yang
diharapkan menjadi simbol semangat perubahan dan kemajuan bagi organisasi
kemahasiswaan di Polindra.
Untuk merealisasikan visi tersebut, pasangan calon
menawarkan empat misi utama, yaitu melakukan pembenahan internal BEM,
memperkuat hubungan lintas organisasi mahasiswa (Ormawa), meningkatkan
pelayanan aspirasi melalui fungsi advokasi, serta memperkuat representasi
mahasiswa dalam berbagai aspek kehidupan kampus. Melalui misi tersebut,
pasangan calon berharap BEM dapat menjadi organisasi yang lebih terbuka,
responsif, dan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa.
Setelah pemaparan visi dan misi, kegiatan dilanjutkan
dengan sesi uji gagasan yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk
menyampaikan pertanyaan, tanggapan, maupun kritik secara langsung kepada
pasangan calon. Sesi ini menjadi ruang dialog terbuka untuk mengukur kesiapan
pasangan calon dalam menjawab berbagai isu kemahasiswaan sekaligus menyampaikan
solusi yang ditawarkan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan proses pencoblosan
sebagai bagian dari tahapan Pemilihan Raya Mahasiswa BEM Polindra. Melalui
kegiatan ini, diharapkan seluruh mahasiswa dapat mengenal lebih dekat visi,
misi, arah gerak, serta komitmen yang diusung oleh pasangan calon sehingga
mampu meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam mewujudkan proses demokrasi
kampus yang aktif, transparan, dan berintegritas.
