Penulis : Wina Melani Saputri
Aktivitas jalur putar balik
darurat terlihat ramai di bawah jembatan kawasan Pantura, tepatnya di sekitar
Embarkasi dan Jembatan Maja, Kecamatan Lohbener, Kamis (19/3/2026) sekitar
pukul 15.30 WIB. Jalur tersebut dipadati kendaraan pemudik maupun warga sekitar
yang hendak menyeberang atau berputar arah.
Jalur sementara itu dibuat oleh
warga dengan menguras genangan air menggunakan pompa alkon. Agar air sungai
tidak kembali masuk ke lintasan, warga juga membatasi area jalan sehingga
kendaraan tetap bisa melintas dengan aman.
Kendaraan yang melintas diarahkan
secara bergantian dan diminta berjalan pelan. Meski sederhana, jalur tersebut
cukup membantu pengendara, terutama saat arus kendaraan di jalur utama Pantura
mulai padat.
Untuk melintas, pengendara
dikenakan biaya Rp2.500. Warga menyebut uang tersebut digunakan untuk kebutuhan
operasional, seperti bahan bakar pompa dan perawatan jalur agar tetap bisa
digunakan.
Ramainya aktivitas di lokasi juga
membawa peluang bagi pedagang kecil. Di sekitar embarkasi, beberapa warga
tampak membuka lapak sederhana di trotoar dan menjual makanan, minuman, hingga
kebutuhan perjalanan bagi pengguna jalan.
Hingga kini, belum ada keterangan
resmi dari pihak terkait mengenai pengelolaan maupun legalitas jalur putar
balik darurat tersebut.
