AKSI MAY DAY DI DPRD INDRAMAYU, MAHASISWA SEMPAT TERLIBAT KETEGANGAN DENGAN APARAT

 Penulis : Wina Melani Saputri

( Foto: Kotak Pena )

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM PTNU dan BEM Nusantara wilayah Indramayu menggelar aksi memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) di depan gedung DPRD Indramayu, Senin (4/5/2026). Aksi dimulai dengan long march dari Sport Center Indramayu menuju lokasi unjuk rasa.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan, mulai dari revisi Undang-Undang Cipta Kerja, penghapusan sistem outsourcing, hingga penolakan industrialisasi yang dinilai dapat berdampak pada sektor agraria di Indramayu.

Suasana sempat memanas sekitar pukul 15.54 WIB. Ketegangan muncul setelah beredar dugaan dari pihak mahasiswa terkait kemungkinan adanya tindakan represif dari aparat kepolisian. Situasi itu sempat memicu dorongan dari massa di barisan depan, meski kondisi masih bisa dikendalikan.

Di sekitar gerbang DPRD, aparat kepolisian terlihat berjaga dengan perlengkapan pengamanan. Sementara itu, akses kendaraan roda empat di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman sempat ditutup, mulai dari perempatan dekat gedung DPRD hingga Bundaran Kijang untuk mengantisipasi kepadatan selama aksi berlangsung.

Setelah melalui negosiasi, massa akhirnya diizinkan masuk ke area gedung DPRD untuk melakukan konsolidasi terbuka bersama perwakilan dewan. Menanggapi tuntutan mahasiswa, pihak DPRD menyampaikan bahwa sebagian besar poin aspirasi berada di luar kewenangan daerah dan akan diteruskan ke tingkat provinsi.

Salah satu perwakilan massa aksi, Tanto Wijaya, menyampaikan kekhawatirannya terhadap arah pembangunan di Indramayu, khususnya terkait sektor agraria.

“Harapannya dalam persoalan agraria, ada wacana Indramayu akan berubah dari agraris menuju industrial. Hal ini dinilai akan menguntungkan pihak tertentu, namun berpotensi merugikan petani, mengingat adanya rencana kawasan industri yang disebut mencapai sekitar 20.000 hektare,” ujarnya.

Lebih baru Lebih lama

Ads