PAGELARAN WAYANG KULIT MEMERIAHKAN CARE FREE NIGHT PADA MINGGU KEEMPAT DENGAN LAKON “PANDU NGERATU CACADAE PENGKHIANAT”

Penulis: Wina Melani Saputri


                                                                (Foto: Kotak Pena)

Indramayu, 1 Agustus 2025 — Pertunjukan seni tradisi wayang kulit dengan lakon Pandu Ngeratu, Cande Pangkhianat digelar di Alun-Alun Indramayu pada minggu keempat kegiatan Care Free Night. Acara ini berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Wakil Bupati Indramayu, H. Syaefudin, turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian seni tradisi daerah. Pergelaran ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Kabupaten Indramayu Tahun 2025.

Suasana malam di Alun-Alun Indramayu terasa berbeda pada minggu keempat Car Free Night. Masyarakat disuguhi pertunjukan seni tradisi yang tak lekang oleh waktu, yakni wayang kulit, yang tampil memukau dan penuh makna. Wayang kulit merupakan seni pertunjukan tradisional Indonesia yang memadukan bayangan tokoh-tokoh pewayangan berbahan kulit, alunan gamelan, serta narasi dalang yang sarat nilai moral dan filosofi. Seni pertunjukan ini telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.

Dengan lakon “Pandu Ngeratu, Cande Pangkhianat”, pertunjukan ini mengangkat kisah tentang kepemimpinan, kepercayaan, dan pengkhianatan. Tema tersebut tidak hanya relevan dalam konteks pewayangan, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial yang masih aktual hingga kini. Pertunjukan ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga sarana edukasi dan refleksi sosial di tengah gegap gempita modernitas, yang menegaskan bahwa nilai-nilai luhur seperti kejujuran, integritas, dan kepemimpinan yang bijak tetap relevan sepanjang zaman.

Pergelaran ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Kabupaten Indramayu Tahun 2025. Kehadiran Wakil Bupati Indramayu dalam pergelaran tersebut menjadi wujud nyata keterlibatan pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan eksistensi budaya lokal. Melalui kegiatan seni budaya seperti ini, diharapkan tradisi wayang kulit tetap hidup, dikenal oleh generasi muda, serta terus menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Indramayu.

Lebih baru Lebih lama

Ads